Dari “Mengajar” ke “Menggugah”: Implementasi Deep Learning dalam Pendidikan Konselor
Surabaya, 3 November 2025 — Transformasi peran konselor di era pendidikan modern menuntut lebih dari sekadar “mengajar” atau memberikan informasi; melainkan menggugah makna, menginspirasi refleksi, dan memfasilitasi pertumbuhan holistik peserta didik. Konsep deep learning bukan dalam arti teknologi artificial intelligence semata, tetapi sebagai pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan reflektif semakin mendapat perhatian dalam konteks pendidikan konselor. Sebuah kajian literatur menemukan bahwa pendekatan “mindful, meaningful, and joyful” deep learning terbukti mendorong pola pikir kritis, kreatif, dan reflektif pada peserta didik.
Dalam konteks layanan bimbingan dan konseling (BK), implementasi deep learning membuka peluang bagi konselor untuk memfasilitasi proses yang lebih dari sekadar penguasaan konten atau strategi intervensi: melainkan membantu klien menyelami makna, mengembangkan kapasitas refleksi diri, dan menemukan potensi yang belum dimanfaatkan. Berdasarkan studi “Strengthening the Role of Guidance Teachers with the Implementation of Deep Learning” yang dilakukan pada guru BK di Kudus, ditemukan bahwa pemahaman konselor tentang pendekatan deep learning meningkat secara signifikan setelah intervensi, yang menunjukkan bahwa metode ini relevan untuk layanan BK.
Bagi program S2 BK UNESA, penerapan deep learning dalam kurikulum dan praktik profesional dapat dilakukan melalui beberapa strategi: (1) memasukkan modul pembelajaran reflektif dan berbasis pengalaman nyata, bukan hanya teori sehingga mahasiswa konselor belajar “menggugah” bukan hanya “mengajar”; (2) menekankan praktik supervisi dan pengembangan diri yang mendalam, termasuk refleksi nilai dan etika konselor; (3) memanfaatkan teknologi secara selektif sebagai pendukung, misalnya alat analisis data refleksi mahasiswa atau diskusi daring, namun tetap menjadikan hubungan manusia sebagai pusat layanan konseling.
Sebagai kesimpulan, pergeseran dari “mengajar” ke “menggugah” bukan sekadar perubahan terminologi, tetapi revolusi pedagogis bagi pendidikan konselor: memperkuat makna, memperdalam refleksi, dan memperluas kapasitas manusia. Dengan mengintegrasikan pendekatan deep learning, S2 BK UNESA berkomitmen mencetak konselor yang bukan hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berdaya, reflektif, dan mampu memberi dampak nyata dalam kehidupan peserta didik dan komunitas.
Sumber Referensi
Nafi’ah, Jamilatun & Faruq, Dukan Jauhari. (2025). Conceptualizing Deep Learning Approach in Primary Education: Integrating Mindful, Meaningful, and Joyful. Journal of Educational Research and Practice, 3(2). cesmid.or.id
Dwi Setyoningsih, Y. (2025). Strengthening the Role of Guidance Teachers with the Implementation of Deep Learning. Al-Umron: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6(2). journal.unugiri.ac.id
Wu, W. & Song, Y. (2021). The Teaching Design Methods Under Educational Psychology Based on Deep Learning and Artificial Intelligence. Frontiers in Psychology. Frontiers