Membentuk Konselor Berkarakter Melalui Pendekatan Deep Learning dan 7 Jurus BK Hebat
Surabaya, 9 November 2025 — Di tengah kompleksitas tantangan pendidikan, sosial, dan teknologi saat ini, profesi konselor dituntut tak hanya memiliki keahlian teknis tetapi juga karakter yang kuat dan pembelajaran yang mendalam. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi S2 BK UNESA menghadirkan kerangka "7 Jurus BK Hebat" yang dipadukan dengan pendekatan deep learning dalam pembelajaran konselor sebagai upaya strategis dalam membentuk konselor yang adaptif, reflektif, dan berkarakter.
Pendekatan deep learning di sini diartikan bukan sebagai kecerdasan buatan semata, tetapi sebagai pembelajaran yang mendalam dan bermakna: mahasiswa konselor diajak menyelami konteks peserta didik atau klien, memahami kekuatan dan potensi mereka, serta mengembangkan layanan konseling yang tidak hanya berbagi teknik tetapi juga membangun makna dan transformasi. Sebuah penelitian literatur menemukan bahwa penerapan deep learning dalam layanan konseling misalnya melalui analitis data, deteksi emosional, dan intervensi adaptif mampu meningkatkan kualitas interaksi konselor-klien. Ejurnal+2biccproceedings.org+2
Sementara itu, penelitian tentang model konseling berbasis kekuatan (strength-based) memperkuat bahwa konselor yang fokus pada potensi klien (bukan hanya defisit) berkontribusi pada peningkatan harapan akademik siswa dan kesejahteraan psikologis. Journal UAD+1 Dengan demikian, 7 Jurus BK Hebat dapat diisi dengan nilai-nilai seperti: empati aktif, komunikasi reflektif, etika profesional digital, adaptasi teknologi, kolaborasi interdisiplin, orientasi kekuatan, dan kesejahteraan holistik.
Untuk mengimplementasikannya dalam pendidikan konselor, S2 BK UNESA dapat menerapkan beberapa strategi:
Desain modul pembelajaran yang menggabungkan teknologi (misalnya simulasi daring, data refleksi mahasiswa) dengan refleksi nilai agar proses deep learning konselor terwujud.
Latihan praktikum dan supervisi yang menekankan 7 Jurus BK Hebat secara konkret: mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik, tetapi juga menumbuhkan karakter, integritas, dan orientasi kemanusiaan.
Kolaborasi dengan sekolah, komunitas, dan praktisi untuk menguji layanan konseling berbasis kekuatan dan teknologi sehingga lulusan menjadi konselor yang siap menghadapi dinamika nyata pendidikan abad 21 secara profesional dan berkarakter.
Dengan integrasi antara pendekatan deep learning dan 7 Jurus BK Hebat, S2 BK UNESA berkomitmen mencetak lulusan yang berkarakter bukan hanya terampil, tetapi juga manusiawi, adaptif, dan berdampak. Konselor masa depan adalah yang mampu menyatu pikiran, hati, dan tindakan dalam layanan konseling yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Sumber Referensi
Uswatun Khasanah, F., Jumintono, J., & Mulyono, R. (2024). Manajemen Layanan Konseling Adaptif Deep Learning, dengan Pendekatan Cognitive Behavioural Therapy. Jurnal Consulenza: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 8(2). Diakses dari https://doi.org/10.56013/jcbkp.v8i2.4183 Ejurnal
Hartanto, D., Kartadinata, S., & Ilfiandra, I. (2024). The Effectiveness of Strength Based Counseling Model to Improve Academic Hope in Students. PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling. Diakses dari https://doi.org/10.12928/psikopedagogia.v9i1.13069 Journal UAD
Nurismawan, A. S., Rusydi, W. R., Basri, N., Nopitasari, D., & Naqiyah, N. (2025). The Counselor Ideal Character Based on the Values of the Madurese Work Ethic. Bisma: The Journal of Counseling, 7(2). Diakses dari https://doi.org/10.23887/bisma.v7i2.67188 Undiksha E-Journal