Pendidikan Karakter Jadi Pondasi Pembentukan Generasi Emas 2045
Surabaya, 26 Oktober 2025 — Visi Indonesia Emas 2045 menegaskan target jangka panjang pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Dalam konteks ini, pendidikan karakter menjadi salah satu fondasi utama agar generasi mendatang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung-jawab sosial, serta adaptasi budaya yang kuat. Pencapaian target tersebut menuntut kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, lembaga konseling, dan komunitas yang termasuk peran aktif program studi pascasarjana seperti S2 Bimbingan dan Konseling (BK) di Universitas Negeri Surabaya.
Penelitian sistematis di Indonesia menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah menjadi perhatian intensif di tingkat sekolah dasar hingga menengah, dengan pendekatan yang berbeda sesuai konteks usia, tetapi tetap mengarah pada pembentukan kepribadian positif dan moral baik. Sebagai contoh, studi oleh Carsiwan (2024) mengungkap bahwa walaupun pendekatan bervariasi, semua tingkatan pendidikan berupaya menginternalisasi karakter melalui kurikulum, kegiatan rutin dan budaya sekolah.
Namun demikian, berbagai penelitian juga mencatat tantangan nyata: pemahaman guru terhadap pendidikan karakter masih belum merata, sumber daya terbatas, serta kegiatan yang belum sepenuhnya terintegrasi secara holistik dalam ekosistem sekolah dan masyarakat. Untuk generasi yang ditargetkan sebagai “Generasi Emas 2045”, tantangan ini harus diatasi agar karakter tidak sekadar slogan, tetapi terwujud dalam keseharian dan praktik kehidupan bermasyarakat.
Bagi program studi S2 BK UNESA, hal ini memperluas cakupan tanggung-jawab: bukan hanya mendidik konselor untuk menangani bimbingan individu atau kelompok, tetapi juga membekali mereka dengan kompetensi dalam pendidikan karakter, kolaborasi lintas institusi, dan penelitian yang fokus pada transformasi nilai. Langkah strategis meliputi memasukkan modul pendidikan karakter ke dalam kurikulum, mendorong riset tentang efektivitas program nilai-karakter di kampus dan sekolah, serta menjalin kemitraan dengan sekolah dan komunitas untuk program penguatan karakter.
Dengan demikian, pendidikan karakter bukanlah pilihan opsional, melainkan pondasi integral dalam pembentukan generasi yang siap menyongsong 2045. Generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga cekatan secara sosial, etis, dan adaptif terhadap perubahan global. Program S2 BK UNESA dapat berperan sebagai agen perubahan dalam agenda nasional ini, menghubungkan teori konseling, nilai karakter, dan riset ke dalam praktik nyata di lapangan.
Sumber Referensi: