Pendidikan Konselor sebagai Proses Deep Learning: Belajar Menyelami Makna Kemanusiaan
Surabaya, 3 November 2025 — Dalam perkembangan pendidikan konselor, paradigma “mengajar” saja tidak lagi cukup. Proses pembentukan seorang konselor profesional kini menuntut pendekatan yang lebih dalam: deep learning yakni pembelajaran yang tidak sekadar memahami teori, tetapi menyelami makna kemanusiaan dan konteks keberadaan klien. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan deep learning yang mengedepankan pembelajaran mindful, meaningful, dan joyful yang berkontribusi pada pengembangan kognitif, emosional, dan sosial peserta didik. CESMID
Pendidikan konselor yang berbasis deep learning menekankan bahwa calon konselor tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga mengembangkan sikap reflektif, empatik, dan mampu berhadapan dengan kompleksitas manusia dalam praktik layanan. Sebuah artikel memperlihatkan bahwa model pendidikan konseling humanistik memungkinkan mahasiswa konselor untuk membangun sikap “merawat manusia” sebelum mengasah kemampuan intervensi. ERIC+1
Bagi program S2 BK Unesa, penerapan paradigma ini bisa diwujudkan melalui: (1) modul pembelajaran yang memfokuskan pada refleksi nilai, pengalaman, dan makna kehidupan klien, bukan semata teknik; (2) praktik supervisi yang dirancang sebagai “ruang tumbuh” bagi mahasiswa untuk menggali kekuatan internal, etika, dan hubungan konselor-klien sebagai kolaborasi; (3) integrasi teknologi dan data pembelajaran yang mendukung proses deep learning misalnya analitik refleksi mahasiswa atau platform diskusi peer-to-peer tetapi dengan tetap menempatkan hubungan kemanusiaan sebagai inti layanan.
Dengan demikian, pendidikan konselor tidak hanya soal “mengajar” ilmu konseling, melainkan “menggugah” potensi manusia seutuhnya: menyentuh aspek kognitif, afektif, sosial, dan spiritual klien. Melalui komitmen pada deep learning dan humanisme, S2 BK Unesa berupaya mencetak konselor yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga tangguh secara kemanusiaan serta siap menghadapi tantangan pendidikan dan sosial di era digital.
Sumber Referensi
Nafi’ah, J., & Faruq, D. J. (2025). Conceptualizing Deep Learning Approach in Primary Education: Integrating Mindful, Meaningful, and Joyful. Journal of Educational Research and Practice, 3(2). CESMID
Hansen, D. V. L. (2009). Humanistic learning theory in counselor education: Promoting humanistic values and approaches while integrating skills and knowledge. [ERIC document]. ERIC
Fahlevi, R. (2020). The humanistic and existential approach to improve students’ emotional intelligence in school counseling program. Konselor: Jurnal Bimbingan dan Konseling, (April 2020). eJournal UNP