Refleksi Hari Ayah: Peran Ayah dalam Pembentukan Kesehatan Mental dan Karakter Anak
Surabaya, 12 November 2025 — Setiap tanggal 12 November, Indonesia memperingati Hari Ayah Nasional, sebuah momentum untuk mengapresiasi peran ayah dalam keluarga dan pendidikan anak. Bagi dunia bimbingan dan konseling, Hari Ayah bukan hanya perayaan simbolik, melainkan kesempatan reflektif untuk menyoroti pentingnya figur ayah dalam perkembangan psikologis dan pembentukan karakter anak.
Penelitian menunjukkan bahwa kehadiran dan keterlibatan aktif ayah memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan emosional dan sosial anak. Studi oleh Cabrera dkk. (2018) menyebutkan bahwa anak yang memiliki hubungan hangat dan suportif dengan ayah menunjukkan kemampuan regulasi emosi yang lebih baik serta kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam interaksi sosial (Father Involvement, Children’s Self-Regulation and Academic Outcomes). Demikian pula, penelitian di Indonesia menegaskan bahwa pola asuh ayah yang penuh empati dan komunikasi terbuka berkontribusi pada penurunan perilaku agresif dan peningkatan resiliensi remaja (Rahmawati & Mulyana, 2023).
Dalam konteks pendidikan konselor, refleksi terhadap peran ayah menjadi penting untuk membangun perspektif konseling keluarga yang lebih komprehensif. Mahasiswa S2 BK UNESA diajak memahami dinamika relasi ayah-anak dalam kerangka psikologis, sosial, dan budaya sebagai bagian dari kompetensi konselor yang mampu bekerja dengan sistem keluarga secara utuh. Melalui pembelajaran berbasis refleksi dan studi kasus, mahasiswa dilatih untuk melihat ayah tidak sekadar sebagai penyedia materi, tetapi juga sebagai figur emosional yang memengaruhi keseimbangan mental anak.
Program Studi S2 BK UNESA percaya bahwa pendidikan konselor harus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi keluarga, termasuk peran ayah, dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berkarakter. Dalam semangat Hari Ayah Nasional, mari bersama meneguhkan kembali makna kehadiran ayah, bukan hanya sebagai pelindung keluarga, tetapi juga sebagai sumber kasih, nilai, dan keseimbangan emosional bagi tumbuh kembang anak.
Sumber Referensi
Cabrera, N. J., Volling, B. L., & Barr, R. (2018). Father Involvement, Children’s Self-Regulation, and Academic Outcomes: A Review of Longitudinal Studies. Developmental Psychology, 54(5), 933–948. https://doi.org/10.1037/dev0000479
- Rahmawati, A., & Mulyana, T. (2023). Peran Ayah dalam Regulasi Emosi dan Resiliensi Remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 15(2), 120–132. https://ejournal.unp.ac.id/index.php/psikologi/article/view/38964