Tekanan Mental Mahasiswa Meningkat: Kampus Perlu Meningkatkan Layanan Konseling
Surabaya, 7 Desember 2025-Tekanan mental yang dialami mahasiswa Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama akibat beban akademik yang berat, tuntutan dari keluarga, dan tekanan sosial yang semakin kompleks. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 77,3% mahasiswa mengalami stres akademik, dengan penyebab utama berupa beban tugas, tuntutan penyelesaian kuliah, serta tekanan waktu yang ketat (Warunayama Journal, 2024). Studi lain menemukan bahwa tekanan mental tidak hanya dialami oleh mahasiswa tingkat akhir, namun juga mahasiswa baru yang masih beradaptasi dengan lingkungan dan kemandirian, terutama ketika dukungan sosial terbatas (UNISMUH Journal, 2023). Dampak dari stres ini sangat jelas terlihat: mahasiswa sering kali mengalami kecemasan, kelelahan emosional, burnout, gangguan tidur, penurunan motivasi, hingga performa akademik yang merosot. Sejumlah riset menegaskan bahwa tingkat stres yang tinggi berkorelasi negatif dengan kesejahteraan psikologis mahasiswa, sehingga semakin besar tekanan yang dialami, sehingga rendah pula kondisi kesejahteraan mental mereka (Universitas Indonesia, 2024)
Melihat kondisi tersebut, para ahli menekankan pentingnya kampus memperkuat layanan konseling, memperbanyak program edukasi kesehatan mental, serta menyediakan ruang aman bagi mahasiswa untuk mengungkapkan masalahnya. Tanpa intervensi yang memadai, tekanan mental dapat meningkat dan juga dapat berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran, hubungan sosial, dan kualitas hidup mahasiswa secara keseluruhan. Oleh karena itu peran konselor kampus, mahasiswa BK, dan organisasi kemahasiswaan menjadi sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, suportif, dan responsif terhadap kebutuhan psikologis mahasiswa.
Meski tekanan mental pada mahasiswa semakin nyata, di Universitas Negeri Surabaya sudah memiliki unit khusus untuk menangani hal ini melalui komunitas Bimbasi (Bimbingan sebaya Mahasiswa) di prodi Bimbingan dan Konseling. Bimbasi berperan dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai tekanan akademik maupun psikologis dengan menyediakan dukungan pada empat bidang utama yaitu karier, sosial, belajar, dan pribadi. Melalui layanan konseling sebaya, pendampingan, serta kegiatan edukatif yang rutin dilakukan, BIMBASI menjadi garda terdepan dalam memberikan ruang aman bagi mahasiswa untuk berbagi, berkonsultasi, dan mendapatkan arahan awal sebelum dirujuk ke konselor profesional kampus. Peran strategis BIMBASI ini menunjukkan bahwa UNESA tidak hanya menghadirkan layanan konseling formal, tetapi juga memberdayakan mahasiswa sebagai agen pendukung kesehatan mental, sehingga kebutuhan psikologis mahasiswa dapat ditangani secara tepat dalam lingkungan kampus.
Sumber Informasi
Warunayama Journal (2024). Stres Akademik Mahasiswa dan Faktor Penyebabnya.https://ejournal.warunayama.org/index.php/liberosis/article/view/11367
UNISMUH Journal (2023). Dukungan Sosial dan Tekanan Mental Mahasiswa.https://journal.unismuh.ac.id/index.php/J-BKPI/article/view/18870
UI Scholar (2024). Kesejahteraan Psikologis dan Tingkat Stres pada Mahasiswa.https://scholar.ui.ac.id/en/publications/kesejahteraan-psikologis-dan-tingkat-stres-pada-mahasiswa-tingkat