Kuliah Tamu : Trend dan Issue Implementasi MBKM Pada Pengembangan Tema Penelitian Bimbingan dan Konseling

s2bk.unesa.ac.id,SURABAYA- Program Studi S1 dan S2 Bimbingan dan Konseling,Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya telah berhasil menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Trend dan Issue Implementasi MBKM pada Pengembangan Tema-Tema Penelitian Bimbingan dan Konseling” pada hari minggu 06 Maret 2022 di Gedung O5 Lantai 3 FIP UNESA.
Acara ini disambut langsung oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Budi Purwoko, M.Pd, ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Koordinator Prodi S1 BK Ibu Evi Winingsih, S.Pd, M.Pd dan Koordinator Prodi S2 Ibu Dr. Najlatun Naqiyah,M.Pd dan Program Studi S1 dan S2 Bimbingan dan Konseling FIP yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kuliah tamu ini dengan baik. Kuliah tamu ini yang berfungsi sebagai tempat berdiskusi untuk membahas transformasi kebijakan Merdeka Belajar yang berfokus pada minat dan bakat serta kemampuan peserta didik.Bimbingan dan Konseling diharapkan mampu mengakomodasi peserta didik untuk menyiapkan masa depannya sesuai dengam kemampuan dan standar kemandirian peserta didik.” Ujar Dr. Budi Purwoko, M.Pd
Tantangan terbesar Bimbingan dan Konseling dalam MBKM adalah Membantu Peserta didik mencapai perkembangan Optimal dan kemandiriansecara utuh melalui aspek Pribadi,Sosial, Belajar dan Karir melalui Prinsip Layanan BK : (1) Membangun Inklusivitas (2) Pencapaian Perkembangan Optimal Peserta Didik
Narasumber oleh Prof. Abdul Saman,M.Si., Ph.D., Kons (Dekan FIP UNM) Trend and Issue implementasi MBKM dalam pengembangan Tema-Tema Penelitian BK yaitu (1) Proffiling peserta didik melalui Assesmen Tes dan atau non tes untuk bakat dan minat, (2) Pemetaan potensi dan kompetensi PD sesuai profil belajar PD, (3) Analisis kebutuhan layanan BK berdasarkan kebutuhan karier abad 21, (4) Eksperimentasi / Treatmen layanan BK Prespektif Global, (5) Pengembangan pendekatan layanan krisis, (6) Pengembangan pendekatan konseling berwawasan kebangsaan dan kearifan lokal, (7) Pengembangan Instrumentasi tes dan / atau non tes era distursi, (8) Pengembangan media BK sesuai perkembangan Society 5.0
Beliau juga menyampaikan harapan "Melalui MBKM, mahasiswa lebih dapat melihat keberagaman budaya Indonesia, mengenali perbedaan, dan memiliki sudut pandang yang mencintai Negara Indonesia".